Ukhuwah Islamiyah dan Mengambil Hikmah dari Kehidupan di Jerman

Hari yang cerah untuk melakukan suatu kebaikan yang baru. Pada hari ini, warga Muslim Ruhr berkesempatan untuk berkumpul kembali, bersilaturahim, dan mengkaji Islam di pengajian bulanan Muslim Ruhr, bertempat di kediaman keluarga Mas Cepi dan Uni Rahma.

Pukul 11.15, jumlah warga Muslim Ruhr yang hadir sudah cukup banyak. Pengajian pun dibuka oleh saudara Dhani. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah surat Al – Insan yang syahdu beserta maknanya yang mendalam dibacakan oleh dua orang saudara kita, saudara Nico dan Iqbal.

Image
Warga Muslim Ruhr yang Hadir

Kemudian acara berlanjut ke “menu utama”: pemberian materi. Alhamdulillah pengajian kali ini kedatangan tamu, Pak Sri Nugroho dari kota Sendenhorst. Beliau adalah salah satu duta dari warga Indonesia untuk program pemerintah Jerman “Make It in Germany”. Tema yang dibawakan beliau kali ini adalah Ukhuwah Islamiyah.

Image
Pak Sri sedang menyampaikan materi

Rangkuman materinya adalah sebagai berikut:

Ukhuwah islamiyah sering sekali dijadikan slogan atau motto dalam sebuah kegiatan. Tapi apakah makna ukhuwah islamiyah itu sendiri. Diambil dari bahasa arab kata ukhuwah berasal dari kata akhun yang berarti bersaudara. Dan islamiyah berarti berdasarkan syariat islam. Jadi bisa kita simpulkan makna dari ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan sesama muslim yang dibangun atas dasar keimanan kepada Allah SWT.

Hikmah Ukhuwah Islamiyah:

1. Seperti tertera pada surat Al-Imran ayat 103:

„dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan jangan lah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahilliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk“

dari ayat ini bisa kita simpulkan bahwa persaudaraan yang kita punya adalah nikmat dari Allah S.W.T.

2. Dari surat Al-Anfal ayat 63:

„dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelajakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana“

Bisa kita simpulkan, jadi walaupun punya kekayaan segunung, menghabiskan dana milyaran rupiah untuk mempersatukan hati umat islam, kalau Allah tidak menghendaki, tidak menurunkan pertolongannya, maka tidak akan bersatu hati umat Islam.

Dalam satu riwayat Hadist Bukhari, Dari Amir bin Saad dari bapanya r.a katanya:“Pada suatu hari Rasululah s.a.w datang dari daerah perbukitan. Ketika baginda sampai di Masjid Bani Mu’awiyah baginda masuk ke masjid tersebut lalu solat dua rakaat. Kami pun solat bersama-sama dengan baginda.Baginda berdoa kepada Tuhan panjang sekali. Setelah berdoa baginda berpaling kepada kami lalu bersabda:”Aku memohon kepada Tuhan tiga perkara. Dia memperkenankan dua perkara dan menolak satu perkara. Aku memohon kepada Tuhan supaya jangan membinasakan umatku dengan musim susah yang panjang. Maka diperkenankan. Aku memohon supaya umatku jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang melanda umat Nabi Nuh atau seperti tentera dan Raja Firaun yang ditenggelamkan di lautan), permohonanku itu diperkenankan-Nya juga. Aku memohon supaya umatku jangan dibinasakan kerana pertentangan sesama mereka. Permohonan ini tidak diperkenankan. “

Hikmahnya adalah membangun Ukuwah diantara umat Islam, membangun hubungan antara komponen umat islam, dan berusaha mempersatukan mereka, berusaha mendekatkan komponen umat islam, kemudian kita rekatkan dan tidak kita jauhkan, itu adalah ladang amal tersendiri yang Allah sediakan untuk umat-umat Islam, Ladang Dakwah dan juga Ladang aktivitas Amal.

3. Dari Surat Al-Hujurat ayat 10:

„Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah ( perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah , supaya kamu mendapat rahmat“

Jadi disini tidak disebutkan bahwa orang2 Islam itu bersaudara, tetapi orang2 yang beriman itu yang bersaudara.

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri” (H.R Bukhari dan Muslim)

Ukuwah adalah cerminan keimanan kita, jika ingin ukuwah itu bertambah baik, maka kita terlebih dahulu harus menaikan iman kita. Orang-Orang beriman akan masuk surga, yang berarti orang-orang yang masuk surga adalah orang-orang yang meningkatkan Ukuwah Islamiyahnya.

Tahapan Tingkatan Ukuwah:

  1. Saling berkenalan
  2. Jadi saling memahami (Tafahum)
  3. Saling Menyokong (Ta’awun)

Pak Nugroho pada kesempatan ini juga sempat bercerita tentang Pemimpin yang baik, yang selalu diminta dan diharapkan oleh kita sebagai rakyat-rakyat Indonesia, yang sampai sekarang belum ada pemimpin yang bisa merubah dan baik membenahi Indonesia, selain Presiden pertama kita Bung Karno. Tetapi yang kita lupa dari semua itu dalam kisah singkat yang diceritakan oleh Pak Nugroho tentang Bani Ummayyah, bahwa untuk mencapai Pemerintahan yang baik, maka dibutuhkan Rakyat yang baik pula. Jika kita masih suka menyogok agar tidak ditilang, klo kita masih suka nyebrang tidak pada lampu hijau, atau masih suka menaiki Tram (U-Bahn) tidak membayar tiket. Mungkin harus diperlurus dulu kesalahan-kesalahan kita sebelum kita menuntut ke pemerintahan kita. Mungkin kita kalau disini bisa melihat lebih jauh, tidak berada di Indonesia membuat kita punya kenikmatan, kita bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh teman-teman kita di Indonesia, yang mungkin bisa kita sebut sebuah „Hikmah“.

Hikmah dalam bahasa arab artinya bermacam-macam, dalam salah satu hadist Hikmah berarti barang yang hilang milik orang beriman, dimana saja kita menemukannya maka ambilah. Yang berarti dalam bahasa arab artinya keutamaan kemuliaan yang dimiliki oleh seseorang, sehingga dia mampu untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya secara profesional sehingga dia mampu melihat secara proporsional.

Selain itu untuk menjadi Muslim yang baik dibutuhkan 2 kekuatan, yaitu kekuatan Ilmu dan kekuatan Materi untuk mendukung 3 hal yang kita harus pelajari/miliki:

1. Aqidah
Dengan Materi yang cukup kita jadi bisa mempelajari Islam lebih jauh, melihat yang tidak bisa dilihat dengan orang yang kurang memiliki uang, bisa terbang ke Mekah untuk melakukan haji untuk meningkatkan aqidah islamiyahnya

2. Sistem
Sistem perekonomian Islam, sistem kenegaraan islam, dengan Ilmu kita mampu membangun sistem Islam, dengan Materi kita mampu membuat organisasi yang menjalankan Sistem Islam tersebut.

3. Prasarana
Kita mampu mengelola Sarana (menguasai Sains, Technologie, dan lain lain).

Acara pemberian materi ditutup doa; mendo’akan kebaikan untuk mas Cepi dan uni Rahma sekeluarga, serta kebaikan untuk semua jama’ah yang hadir. Pengajian pun resmi ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama: sesuatu yang ditunggu – tunggu peserta pengajian 

1658443_10201840317952837_8178096037336163186_o
Warga Muslim Ruhr sedang menikmati hidangan yang tersedia

Penulis: Hanson Aronggiyar
Editor: Romadhani Ardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *