[Kajian Darat] Ust. Muhammad Nuzul Dzikri – 22.04.2019


Mempunyai banyak masalah merupakan sesuatu yang positif. Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin tinggi masalahnya. Orang yang masalahnya paling banyak dan berat adalah para Nabi. Kemudian orang sholeh. Lalu orang-orang yang menjadi lebih sholeh dari sebelumnya. Masalah yang dihadapi Rasulullah ﷺ justru lebih banyak. Beliau pernah diboikot selama tiga tahun, dan hanya mampu makan dedaunan. Kenapa Rasulullah ﷺ tetap bisa menikmati kehidupan mereka? Pandangan terhadap masalah yang dihadapi merupakan kuncinya.

„Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas segala sesuatu, sedangkan engkau belum mempunyai pengetahuan (ilmu) tentang hal itu?“ (Al-Kahfi: 68)


Masalah besar jika kita tahu tentang Ilmunya, tentu bisa diatasi dengan mudah. Sedangkan masalah kecil jika tidak ada ilmunya, maka akan menjadi sulit. Solusi dari setiap ujian adalah ilmu, oleh karena itu umat muslim diwajibkan menuntut ilmu. Contohnya dalam menghadapi Klausur atau Ujian di Kampus. Jika kita tidak tahu ilmunya meskipun ujiannya mudah, ujian tersebut akan menjadi sangat sulit bagi kita.

Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.“ (Al-Mulk: 14)


Sekarang kita berada di era Spesialisasi. Karena godaan syaitan, manusia menjadi sombong karena tingginya pendidikan yang didapat. Allah yang paling tahu tentang manusia karena Allah yang menciptakan mereka dan hanya Allah lah yang bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka. Contohnya Jeff Bezos, milliarder jenius yang tetap mempunyai masalah dalam kehidupan pribadinya, dan Robin Williams, Komedian legendaris memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dikarenakan kedua orang tersebut tidak mengenal Allah, mereka tidak bisa mendapatkan kenikmatan ruhiyah meskipun mereka telah mendapatkan kehidupan dunia.

Mereka mengetahu yang lahir (tampak) dari kehidupan; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.“ (Ar-Ruum: 07)


Ilmu dunia itu penting, tapi hanya menyentuh fisik manusia. Akan tetapi ilmu agama menyentuh ruh, sehingga derajatnya lebih tinggi. Jika orang mempunyai ruh yang baik, maka kehidupan yang sulit pun dapat dihadapinya. Jika ruh yang terserang, maka kenikmatan duniawi tidak akan berarti sama sekali.

“Tidaklah kehidupan dunia kecuali perhiasan yang menipu.“ (Al-Imran: 185)


Yang penting untuk dipelajari adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Manusia butuh iman dan bukan hanya sekedar hiburan.

Orang.orang beriman itu, ketika disebutkan nama Allah bergetar hatinya, ketika diberikan ayat bertambah imannya.“ (Al-Anfal: 02)

Ilmu merupakan suatu kebutuhan, dan jangan sampai kita tergoda dengan dunia. Kehebatan manusia dalam suatu bidang belumlah bisa menjawab semua permasalahan di dunia. Sejarah selalu mengulang dirinya sendiri. Yang menghancurkan peradaban umat manusia selalu sama polanya. Contoh: Ottoman dan Ustmaniyah. Tetapi kalian tidak akan menemukan Sunnatullah yang berubah.

Karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu berlakunya ketentuan kepada orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu“ (Fatir:43)

Apa yang diperjuangkan belum tentu dinikmati, tapi apabila akhirat yang diperjuangkan pastilah akan dinikmati. Perumpaan orang meminta gelas, dia mendapat gelas. Tetapi jika dia meminta air, maka akan diberikan gelas dan air. Sama seperti dunia dan akhirat.

Ilmu dulu sebelum berbicara dan beramal, karenanya Ilmu adalah yang paling penting ketika kita berbicara tentang adab. Kita harus mematuhi ajaran dan perintah-Nya. Jika mengabaikan perintah Allah, maka kita menjadi tidak beradab kepada Allah SWT. Hakikat kehidupan dunia merupakan cobaan demi cobaan.

Sesi Tanya Jawab :

  1. Masalah hidup datang bertubi-tubi apakah itu karena dosa?

Menurut surat Asy-Syura 30 apapun yang menimpa kalian, itu merupakan akibat dari dosa-dosa kalian. Ujian merupakan akibat dari dosa. Musibah sering berperan ganda. Di satu sisi, Ujian merupakan akibat dari dosa manusia. Di sisi lain merupakan ujian kenaikan tingkat bagi manusia. Seorang muslim isinya adalah iman dan dosa. Menurut imam syafii orang beriman imannya lebih tinggi daripada dosanya.

  • Saat gagal ujian hidup, kapan harus berjuang atau menyerah?

Menerima takdir bukan berarti menyerah. Bersungguh-sungguhlah mengejar tujuan. Gagal merupakan hal yang biasa. Nabi dan sahabat pun pernah gagal di perang uhud, meskipun di hukum militer mereka tidak kalah, karena kaum kafir quraish segera meninggalkan lokasi perang.

Berdasarkan riset yang dilakukan pada veteran perang yang kalah perang dunia. Setelah menghadapi mimpi buruk, mereka merasa hidup mereka lebih baik. Belajar dari kegagalan. Theory of Positive Disintegration.

  • Apakah mendengarkan kajian saat beraktivitas adalah bentuk merendahkan ilmu?

Tulislah ilmu tersebut di dalam catatan. Review kembali kajian yang telah didengarkan.

  • Mengejar dunia bisa menggapai akhirat?

Orang-orang islam bisa menggenggam dunia karena hidup yang diorientasikan ke akhirat.

  • „Kami sering melihat pencari akhirat mendapatkan dunia, tapi tidak pernah ada pencari dunia mendapat akhirat“. (Hasan Al Basri).
  • Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah ﷺ memegang kedua pundakku, lalu bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir.” Ibnu Umar berkata : “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.“ (Riwayat Bukhori)
  • Bagaimana mereka yang lebih sulit hidupnya

Komposisi ujian: dosa dan cobaan untuk menaikan keimanan

  • Bagaimana ketika anak sudah dewasa untuk mengambil keputusan yang menurutnya lebih baik daripada solusi yang ditawarkan oleh orang tua?

Sangat subjektif sekali solusinya, tergantung situasi. Harus mengikuti syariat islam. Hati-hati jika berbeda pandang dengan orang tua karena mereka mempunyai pengalaman yang lebih banyak. Anak mempunyai hak untuk menentukan, tetapi orang tua mempunyai kemampuan untuk mengintervensi demi kebaikan si anak.

  • Bagaimana berusaha untuk disiplin menjalankan perintah Allah?

Tidak ada kenikmatan yang lebih berharga selain Iman dan Ilmu. Bergaul dengan orang-orang sholeh merupakan salah satu caranya. Seseorang itu anak dari lingkungannya dan peran pergaulan bisa mempengaruhi keimanan.

  • Berapa persentase antara dunia dan akhirat?

Tidak pernah disebut. Kejarlah apa yang Allah janjikan dari kehidupan akhirat dan jangan lupakan dunia. Hidup adalah tentang skala prioritas. Jika tepat dalam menentukannya, Allah akan memberikan kemudahan. Apapun yang dikerjakan harus berorientasi akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *