Keutamaan dan Hikmah Shaum Serta Amal Ibadah yang menyertainya di Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan, Alhamdulillah kita semua masih dberikan umur dan kesempatan untuk melaksanakan Ramadhan 1435 H. Seperti biasanya Muslim Ruhr kembali mengadakan pengajian bulanan. Pada awalnya, pengajian kali ini akan mendatangkan pemateri dari Indonesia yang merupakan rangkaian acara safari ustadz Forkom. Adanya beberapa halangan menyebabkan ustadz tidak dapat hadir, tetapi hal ini tidak menurunkan semangat masyarakat muslim Indonesia di Ruhr Gebiet untuk tetap hadir di acara pengajian ini yang juga merupakan sekaligus sebagai acara buka puasa bersama dan tentunya silaturahmi antara kita semua.

Semoangat dan antusias mendengarkan nesehat Ramadhan
Semangat dan antusias mendengarkan nasehat Ramadhan sambil menunggu waktu berbuka

Pengajian ini diadakan di rumah Ibu Sri Friesen  (Loetzener strasse 15. 47269 Duisburg). Pengurus mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Sri  sebagai tuan rumah acara kali ini. Sekalipun ustadz dari Forkom berhalangan hadir, pengurus tetap berusaha mendatangkan ustazd yang terbaik yang dimiliki oleh Muslim Ruhr. Alhamdulillah Bapak H. Asep Ridwan bersedia memberikan nasehat-nasehat kepada kita semua dalam menjalani Puasa di bulan Ramadhan. Adapun ringkasan isi ceramahnya  berisi seputar Ramadhan  yang penuh hikmah bagi umat muslim dapat dikategorikan dalam beberapa segi  sebagai berikut:

Segi Tauhid

  1. Menjadi madrasah buat kita, untuk menjadi hamba yang bertaqwa. Ukuran peningkatan ketaqwaan bisa dilihat setelah Ramadhan, apakah tetap/konsisten seperti saat Ramadhan atau kembali lagi sebelum Ramadhan. Contoh : kebiasaan bangun di waktu sahur (sebelum subuh)
  2. Shaum dalam rangka Ta’aruf/mengenal kepada Allah SWT baru kita bisa mencintainya. Caranya : Kita bersabar, berlapang dada, berjiwa besar, dan mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Tak ada yang perlu dicemaskan dan dikhawatirkan, ikuti saja semua skenario yang dibuat Allah, pasti buat kebaikan hambanya, tidak ada yang bahaya. Diperbanyak doa selama bulan suci Ramadhan. Allah SWT sangat dekat dengan kita apalagi pada saat bulan Ramadhan seiring dengan banyaknya interaksi kita dengan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: 1. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, 2. Pemimpin yang adil, 3. Doa orang teraniaya. (HR. At Tirmidzi No. 2526, 3598)

  1. Shaum di bulan Ramadhan karena keimanan kepada Allah SWT dan ihtisab (mengharap pahala (ridlo) Allah SWT) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, selama menjauhi dosa-dosa besar.
  2. Allah SWT yang langsung membalas pahala shaum

Firman Allah Ta’ala dalam hadist Qudsi : “Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari No. 1795)

  1. Dibukakan pintu rahmah, ditutup pintu neraka, dan syetan dibelenggu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim No. 1079)

  1. Disediakan pintu syurga khusus (Ar Rayyan) bagi yang berpuasa
  2. Bau mulut orang yang shaum lebih Allah cintai dibanding minyak kasturi

Demi Yang Jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih Allah cintai dibanding bau misk (kesturi) …” (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

  1. Ada 2 kebahagiaan bagi orang yang shaum

“Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.” (HR. Bukhari No. 1805)

  1. Banyak yang sia-sia shaumnya, hanya lapar saja

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja.” (HR. Ahmad No. 9685)

10. Orang yang tidak berpuasa tanpa alasan yang jelas

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, berkata: “Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya.” (HR. Bukhari No. 1934)

Segi Fiqh

  1. Diwajibkan berpuasa bagi orang yang beriman, pada hari-hari yang ditentukan di bulan Ramadhan. Diberikan pilihan bagi yang tidak bisa berpuasa karena sakit sehingga tidak bisa berpuasa atau sedang dalam perjalanan (musyafir), bisa mengganti di hari-hari lain. Atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin) dikhususkan bagi yang berat menjalankannya seperti sudah tua renta, sakit keras atau wanita hamil yang mengkhawatirkan keadaan janinnya. Lamanya sebulan, 29 atau dicukupkan sampai 30 hari.
  2. Menahan makanan dan minuman sebelum terbit Fajar Sodiq (sebelum adzan subuh) dan sampai terbenam matahari (waktu magrib).

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:  Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda bahwa ketika Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai engkau mendengar azan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum. (Shahih Muslim No.1827)

  1. Dianjurkan untuk bersahur dan diutamakan untuk mengakhirkannya, sedangkan berbuka diutamakan untuk disegerakan

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:  “Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923)

  1. Boleh mengambil Shalat Tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat atau 39 rakaat karena ada contohnya tetapi harus tetap jaga Ukuwah yang lebih penting/utama.

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, dia berkata:  “Bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat shalat malam, baik pada bulan Ramadhan atau selainnya.” (HR. Bukhari No. 2013)

  1. Membaca Al Quran pada bulan ramadhan akan dilipatkan sampai dengan 10 kali lipat. Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan: Jibril menemuinya (nabi) pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al Quran bersamanya. (HR. Bukhari No. 3220)
  2. Memberi makan orang miskin saat buka shaum maka kita akan mendapatkan pahala shaum dalam 1 hari tanpa mengurangi pahala orang itu. Ada hak orang miskin dalam rezeki kita. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi No. 80
  3. Mengaktifkan kembali zakat, infaq, dan sodaqoh.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus Al Quran bersamanya. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang berhembus. (HR. Bukhari No. 3220)

  1. I’tikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW biasa melakukannya.

Dari ‘Aisyah Radiallahu ‘Anha: Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatka Allah, kemudian istri-istrinya pun I’tikaf setelah itu.(HR. Bukhari No. 2026)

  1. Sholat Tarawih berjamaah atau sendiri
  2. Mencium isteri tidak batal sepanjang bisa menahan diri

Diriwayatkan dari Umar Radhilallahu ‘Anhu: Suatu hari bangkitlah syahwat saya, lalu saya mencium isteri, saat itu saya sedang puasa. Maka saya datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya berkata: “Hari ini, Aku telah melakukan hal yang besar, aku mencium isteri padahal sedang puasa.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apa pendapatmu jika kamu bekumur-kumur dengan air dan kamu sedang berpuasa?”, Saya (Umar) menjawab: “Tidak mengapa.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Lalu, kenapa masih ditanya?” (HR. Ahmad)

Kiat-kiat dalam Shaum :

  1. Membuat target-target dalam menjalankan ibadah shaum beserta amalan2 sunahnya
  2. Berjamaah setiap shalat
  3. Diusahakan tidak tidur setelah waktu subuh
  4. Tidak ditunggu waktu magrib, isilah dengan aktifitas yang bermanfaat
  5. Sikap dan perilaku kita ikut berpuasa
  6. Kita tidak diperintahkan diam tapi aktifitas yang berkualitas, tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Diam jika darurat, jika tidak ada peluang amal.
  7. Mengkondisikan suasana rumah yang mendukung shaum, peralatan shalat dan mengaji, tempat shalat, acara TV dsb.
  8. Menyiapkan anggaran buat buka, sahur, zakat, infaq, dan sodaqoh
  9. Memperdalam ilmu shaum selain dilakukan dengan ikhlas agar diterima Allah SWT
  10. Mental dipersiapkan dengan baik sehingga tdk berat menjalankan ibadah shaum, hanya orang-orang yang beriman yang dipanggil

(Sumber : AL-Qur’an dan Hadist dalam pembahasan oleh KH. Sudarman, Lc. dan  Farid Nu’man Hasan, S.S.; Fiqhus Sunnah oleh Syaikh Sayyid Sabiq)

Setelah mendengarkan nasehat–nasehat , akhirnya waktu berbuka pun telah tiba dan semoga ramadhan kali  ini  bisa kita laksanakan dengan baik dan sempurna.

Berbuka Puasa alhamdulillah
Berbuka Puasa alhamdulillah

Dan kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada muslimin-dan muslimat yang telah memberikan hidangan buka puasa. Semoga diberikan balasan yang terbaik.

Ibu-ibu mebgaikan hidangan buka puasa
Ibu – Ibu Kajian Muslimah Ruhr membagikan hidangan buka puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *